OK saya lanjutkan.
Ternyata dengan keyakinan lulus mengikuti ujian tes teori untuk mendapatkan SIM agak melenceng dari perkiraan. Ada saja kekurangannya. Hanya selisih 1 point akhirnya saya harus kembali lagi mengikuti ujian teori pada 2 minggu kemudian.
Awalnya saya modal nekad yang akhirnya saya harus browshing sana-sini agar lulus. Dan dapatlah sebuah naskah yang dapat anda download disini.
Dengan modal baca-baca dari hasil browshing kemudian saya datang kembali ke SAT PAS Daan Mogot sekitar pukul 9 pagi. Kali ini lebih cepat karena saya datang langsung dapat bangku untuk mengikuti ujian teori SIM. Setelah pengumuman lulus, saya diberitahukan untuk langsung ke tempat ujian praktek.
Agar tidak mengalami kegagalan yang ke-2 kalinya yang bisa menyita waktu lebih lama, saya memberanikan diri tanya-tanya ke petugas setempat (biasa SKS) dan kata kuncinya agar lulus ujian praktek roda dua adalah "jangan pergunakan gigi 1 saat melakukan patahan/belokan".
Setelah memberikan formulir ke tempat pendaftaran peserta ujian praktek kendaraan roda dua, kemudian memberikan berkas tersebut kepada instruktur lapangan dan mengantri untuk dipanggil. Karena saya termasuk kelompok pertama, intruktur lapangan memberikan penjelasan apa-apa saja yang harus dilakukan agar ujian praktek berjalan lancar. Intruktur tersebut menjelaskan diantaranya;
- Peserta harus menjalankan motor (roda dua) berjalan lurus dari kecepatan nol sampai 30 km/jam pada track yang telah ditentukan dengan jarak sekitar 10 m dan berhenti secara serentak/mendadak tanpa oleng atau tergelincir tanpa melewati batas garis yang ditentukan.
- Peserta ditunjukkan kepada garis track berbentuk 8 dan tidak boleh keluar dari track tersebut yang diakhiri dengan berjalan lurus pada kecepatan 30 km/jam dan berhenti pada garis finish, juga tidak boleh oleng atau tergelincir saat pengereman mendadak.
- Seperti pada nomor pertama dilanjutkan dengan mengikuti track yang berbentuk U. Dimana pada track yang berbentuk U ini kalau dilihat sepintas sepertinya mudah saja, padahal disinilah pokok utamanya dalam ujian praktrek roda dua (motor).
Instrukturnya
No comments:
Post a Comment